| Memilih Makanan yang Bersahabat dengan Saluran Cerna Buah Hati | |||
|
|||
| Namun begitu bayi menginjak usia 6 bulan ke atas, ibu harus memperkenalkan makanan padat untuk kebutuhan perkembnangan si kecil. Pada periode weaning (penyapihan), yaitu saat dimana bayi diperkenalkan dengan makanan pendamping ASI (PASI), ibu wajib mengenalkan makanan padat pada buah hati sesuai usianya yang mengandung zat-zat yang dibutuhkannya untuk tumbuh kembang optimal. | |||
|
|||
| Sebelum mulai menjatuhkan pilihan pada produk tertentu, sedikit kita ulas mengenai masalah yang biasa dialami bayi. Seiring pertambahan usia dan adanya masa penyapihan, komposisi feses bayi umumnya lebih padat dan frekuensi buang air besar (BAB) berkurang. Di bulan pertama kelahirannya bayi biasa BAB hingga lima kali sehari, dan akan berkurang seiring dengan pertambahan usianya. Seiring bertambahnya usia bayi, rawan muncul gangguan pencernaan seperti diare atau sebaliknya, sembelit. WHO mencatat bahwa diare merupakan salah satu faktor risiko terbesar dalam kesehatan yang menyebabkan terjadinya 1 dari 5 kematian balita di negara berkembang, termasuk Indonesia. Sedangkan sembelit atau konstipasi yang meningkat seiring oleh pertambahan usia bayi dibuktikan oleh penelitian Aguirre AN et al, Cosntipation in infants: Influence of type of feeding and dietary fiber intake (2002), yang menyatakan persentase sembelit pada bayi 0-6 bulan sebesar 15,1% dan meningkat menjadi 38,8% pada usia 6-24 bulan. Kaum ibu kerap mengeluhkan BAB anaknya yang masih kecil bertekstur keras dan tidak lancar, bahkan ada yang bilang 'meringkil' seperti kotoran kambing. Menurut data American Academy of Pediatrics asupan serat pada 55% hingga 90% anak-anak tidak memenuhi standar minimum kebutuhan serat sehingga meningkatkan risiko terjadinya komposisi feses yang lebih keras. Berbagai gangguan pada saluran cerna seperti dipaparkan di atas dapat menghambat tumbuh kembang anak lho. Makanya penting dilakukan pencegahan sejak saat penyapihan. Tugas Anda sebagai ibu adalah jeli mencari dan mencermati makanan bayi yang dapat membantu menjaga kesehatan saluran cernanya. Apa perlunya saluran si kecil dijaga tetap sehat? Karena saluran cerna merupakan organ tubuh paling penting yang menunjang kesehatan secara keseluruhan. Data menunjukkan bahwa 80% sistem imunitas tubuh berada di saluran cerna. Makanya saat saluiran cerna bermasalah, tubuh tidak akan mampu menyerap nutrisi secara maksimal. Jika penyerapan zat gizi tidak optimal, buah hati akan mudah terserang penyakit. Mudah dipahami kan? Terkait dengan kesehatan saluran cerna, penting bagi ibu memberikan makanan sehat seimbang dan menjaga pola makan sehat serta menambahkan makanan yang ditambahkan Probiotik dan Prebiotik untuk menciptakan komposisi saluran cerna yang didominasi bakteri baik seperti Lactobacillus dan Bifidobacteria. Probiotik merupakan mikroorganisme hidup yang bila diberikan dalam jumlah yang sesuai akan memberi manfaat menguntungkan bagi tubuh. Sedangkan Prebiotik merupakan komponen makanan yang tidak dapat dicerna oleh sistem pencernaan namun mampu merangsang pertumbuhan dan aktivitas mikroflora di saluran cerna secara efektif. Jelasnya, Prebiotik merupakan substrat/makanan bagi bakteri baik alias Probiotik. |
|||
|
|||
| Di usus, Probiotik menggunakan oligosakarida (Prebiotik) sebagai sumber energi dan memfermentasikannya sehingga menghasilkan asam yang tidak cocok untuk media hidup bakteri patogen. Dengan jumlahnya yang banyak, bakteri baik juga tak memberi ruang bagi patogen menempel di epitel usus dan otomatis menghambat perkembangbiakannya. | |||
|
|||
| dr. Hegar menilai dengan manfaatnya yang besar, maka sebuah langkah rasional jika banyak industri menambahkan Probiotik dan Prebiotik (gabungannya disebut Sinbiotik) ke dalam berbagai produk olahan, seperti susu atau makanan bayi. | |||
|
|||
| Nestle Cerelac Gold merupakan makanan untuk anak usia 6-24 bulan yang mengandung kombinasi Probiotik Bifidus Bl dan Prebio1 yang dapat membantu mempertahankan fungsi saluran cerna si kecil dengan optimal. | |||
|
|||
| “Probiotik Bifidus BL dan Prebio1 dalam Nestle Cerelac Gold bekerja di saluran pencernaan dengan cara merangsang sel-sel usus yang sehat, menghambat pertumbuhan & aktivitas bakteri pathogen serta menstimulasi respon sistem daya tahan tubuh. Selain itu Prebiotik & Probiotik juga meningkatkan massa feses & menyerap air sehingga mengurangi risiko konstipasi namun tidak menyebabkan diare," ujar Erika Wasito, pakar gizi PT. Nestlé Indonesia. Listu Chandra Dewi (27), Duta Nestle Cerelac Ibu Cemerlang 2007 mencobakan makanan super ini kepada buah hati kembarnya sejak sebulan lalu. Si kembar yang kini berusia setahun, menurut Chandra, makan dengan lahap dan bobot tubuhnya bertambah. Hal ini menyenangkan dan menenteramkan hatinya. |
|||
|
|||
| Nestle Cerelac Gold tersedia dalam 3 pilihan rasa untuk tahap 1 (6-24 bulan) Beras Putih, Apel & Cranberries, tahap 2 (6-24 bulan) Oat & Prunes, tahap 3 (8-24 bulan) Beras Merah, Yogurt & Raspberry. Probiotik hanya akan berguna jika dikonsumsi hidup dan mampu terus hidup di saluran cerna. Erika Wasito memastikan dengan teknologi pangan yang dimiliki Nestle, Probiotik pada produk Nestle Cerelac Gold dapat tetap hidup dan berada dalam jumlah cukup di saluran cerna untuk mendapatkan manfaat yang menguntungkan bagi kesehatan si kecil. |
|||
Silakan mencoba, rasanya bersahabat dengan lidah si kecil kok... |