PRINT
Memilih Makanan yang Bersahabat dengan Saluran Cerna Buah Hati

Pauline Lindwall, Listu Chandra, Mirna berbincang mengenai Nestle Cerelac Gold yang baru diluncurkan

Memilih makanan yang 'baby friendly' susah susah gampang. Bayi, khususnya yang usia 0-6 bulan sistem saluran cernanya belum berkembang sempurna sehingga hanya mampu mencerna susu. Makanya digalakkan gerakan ASI eksklusif saja untuk enam bulan pertama kehidupan bayi.

Namun begitu bayi menginjak usia 6 bulan ke atas, ibu harus memperkenalkan makanan padat untuk kebutuhan perkembnangan si kecil. Pada periode weaning (penyapihan), yaitu saat dimana bayi diperkenalkan dengan makanan pendamping ASI (PASI), ibu wajib mengenalkan makanan padat pada buah hati sesuai usianya yang mengandung zat-zat yang dibutuhkannya untuk tumbuh kembang optimal.
Saat ini banyak sekali beredar makanan bayi di pasaran. Sebagai ibu, mungkin Anda kerap dibuat bingung oleh beragamnya pilihan yang ada. Namun sebenarnya tidak usah terlalu pusing memilih asal Anda tahu jenis makanan yang dibutuhkan oleh bayi.
Sebelum mulai menjatuhkan pilihan pada produk tertentu, sedikit kita ulas mengenai masalah yang biasa dialami bayi. Seiring pertambahan usia dan adanya masa penyapihan, komposisi feses bayi umumnya lebih padat dan frekuensi buang air besar (BAB) berkurang. Di bulan pertama kelahirannya bayi biasa BAB hingga lima kali sehari, dan akan berkurang seiring dengan pertambahan usianya.

Seiring bertambahnya usia bayi, rawan muncul gangguan pencernaan seperti diare atau sebaliknya, sembelit. WHO mencatat bahwa diare merupakan salah satu faktor risiko terbesar dalam kesehatan yang menyebabkan terjadinya 1 dari 5 kematian balita di negara berkembang, termasuk Indonesia.

Sedangkan sembelit atau konstipasi yang meningkat seiring oleh pertambahan usia bayi dibuktikan oleh penelitian Aguirre AN et al, Cosntipation in infants: Influence of type of feeding and dietary fiber intake (2002), yang menyatakan persentase sembelit pada bayi 0-6 bulan sebesar 15,1% dan meningkat menjadi 38,8% pada usia 6-24 bulan.

Kaum ibu kerap mengeluhkan BAB anaknya yang masih kecil bertekstur keras dan tidak lancar, bahkan ada yang bilang 'meringkil' seperti kotoran kambing. Menurut data American Academy of Pediatrics asupan serat pada 55% hingga 90% anak-anak tidak memenuhi standar minimum kebutuhan serat sehingga meningkatkan risiko terjadinya komposisi feses yang lebih keras.

Berbagai gangguan pada saluran cerna seperti dipaparkan di atas dapat menghambat tumbuh kembang anak lho. Makanya penting dilakukan pencegahan sejak saat penyapihan. Tugas Anda sebagai ibu adalah jeli mencari dan mencermati makanan bayi yang dapat membantu menjaga kesehatan saluran cernanya.

Apa perlunya saluran si kecil dijaga tetap sehat? Karena saluran cerna merupakan organ tubuh paling penting yang menunjang kesehatan secara keseluruhan. Data menunjukkan bahwa 80% sistem imunitas tubuh berada di saluran cerna. Makanya saat saluiran cerna bermasalah, tubuh tidak akan mampu menyerap nutrisi secara maksimal. Jika penyerapan zat gizi tidak optimal, buah hati akan mudah terserang penyakit. Mudah dipahami kan?

Terkait dengan kesehatan saluran cerna, penting bagi ibu memberikan makanan sehat seimbang dan menjaga pola makan sehat serta menambahkan makanan yang ditambahkan Probiotik dan Prebiotik untuk menciptakan komposisi saluran cerna yang didominasi bakteri baik seperti Lactobacillus dan Bifidobacteria.

Probiotik merupakan mikroorganisme hidup yang bila diberikan dalam jumlah yang sesuai akan memberi manfaat menguntungkan bagi tubuh. Sedangkan Prebiotik merupakan komponen makanan yang tidak dapat dicerna oleh sistem pencernaan namun mampu merangsang pertumbuhan dan aktivitas mikroflora di saluran cerna secara efektif. Jelasnya, Prebiotik merupakan substrat/makanan bagi bakteri baik alias Probiotik.
dr. Badriul Hegar, SpA(K), pakar gasteroenterologi, Departemen Pediatri Universitas Indonesia mengatakan Probiotik atau bakteri baik yang hidup di saluran cerna memiliki manfaat dalam menjaga saluran cerna tetap sehat dan berkompetisi dengan 'bakteri jahat'.
Di usus, Probiotik menggunakan oligosakarida (Prebiotik) sebagai sumber energi dan memfermentasikannya sehingga menghasilkan asam yang tidak cocok untuk media hidup bakteri patogen. Dengan jumlahnya yang banyak, bakteri baik juga tak memberi ruang bagi patogen menempel di epitel usus dan otomatis menghambat perkembangbiakannya.
"Jumlah mikroflora di usus itu selalu tetap, hanya komposisinya yang berubah. Jika saluran cerna sehat, maka komposisi bakteri baik akan lebih banyak dibanding patogen," ujar dr. Hegar.
dr. Hegar menilai dengan manfaatnya yang besar, maka sebuah langkah rasional jika banyak industri menambahkan Probiotik dan Prebiotik (gabungannya disebut Sinbiotik) ke dalam berbagai produk olahan, seperti susu atau makanan bayi.
Salah satu yang melakukan terobosan inovasi menambahkan Probiotik dan Prebiotik ke produk makanan bayi adalah PT Nestle Indonesia, dengan produk Nestle Cerelac Gold.

Pauline Lindwall, Country Business Manager Nestle Nutrition Indonesia mengatakan Nestle menyadari pentingnya saluran cerna yang sehat untuk tumbuh kembang yang optimal pada bayi. "Untuk itulah Nestle menciptakan makanan bayi yang mengandung Probiotik dan Prebiotik dalam satu kemasan yang akan membantu saluran cerna anak tetap sehat," ujarnya.

Nestle Cerelac Gold merupakan makanan untuk anak usia 6-24 bulan yang mengandung kombinasi Probiotik Bifidus Bl dan Prebio1 yang dapat membantu mempertahankan fungsi saluran cerna si kecil dengan optimal.
“Kombinasi Probiotik Bifidus BL dan Prebio1 merupakan perpaduan sinergis yang mampu mempertahankan fungsi saluran cerna si kecil sehingga DHA dan nutrisi pentingnya dapat terserap optimal, sehingga tumbuh kembang si kecil lebih optimal,” imbuh Mirna Tri Handayani, Assistant Brand Manager Baby Food Nestlé Indonesia saat peluncuran produk di Jakarta, belum lama ini.
“Probiotik Bifidus BL dan Prebio1 dalam Nestle Cerelac Gold bekerja di saluran pencernaan dengan cara merangsang sel-sel usus yang sehat, menghambat pertumbuhan & aktivitas bakteri pathogen serta menstimulasi respon sistem daya tahan tubuh. Selain itu Prebiotik & Probiotik juga meningkatkan massa feses & menyerap air sehingga mengurangi risiko konstipasi namun tidak menyebabkan diare," ujar Erika Wasito, pakar gizi PT. Nestlé Indonesia.

Listu Chandra Dewi (27), Duta Nestle Cerelac Ibu Cemerlang 2007 mencobakan makanan super ini kepada buah hati kembarnya sejak sebulan lalu. Si kembar yang kini berusia setahun, menurut Chandra, makan dengan lahap dan bobot tubuhnya bertambah. Hal ini menyenangkan dan menenteramkan hatinya.
"Karena sudah berumur setahun, makanan anak saya sudah makanan keluarga. Tinggal saya berikan Nestle Cerelac Gold sebagai makanan selingan, pagi dan sore dicampur sayuran seperti bayam atau buah," ujar Chandra yang memiliki jurnal tumbuh kembang anak dan daftar makanan yang harus diberikan ke buah hatinya. Jurnal ini juga 'menjadi acuan' bagi keluarga dalam pemberian makan si kembar saat Chandra bekerja.

"Meski tidak diklaim dapat meningkatkan bobot tubuh. Namun sejak mengonsumsi Nestle Cerelac Gold bobot tubuh anak saya bertambah dengan mudah," ujar Chandra seraya menyebutkan bobot tubuh si kembar adalah 12 kg dan 13 kg di usia satu tahun.
Nestle Cerelac Gold tersedia dalam 3 pilihan rasa untuk tahap 1 (6-24 bulan) Beras Putih, Apel & Cranberries, tahap 2 (6-24 bulan) Oat & Prunes, tahap 3 (8-24 bulan) Beras Merah, Yogurt & Raspberry.

Probiotik hanya akan berguna jika dikonsumsi hidup dan mampu terus hidup di saluran cerna. Erika Wasito memastikan dengan teknologi pangan yang dimiliki Nestle, Probiotik pada produk Nestle Cerelac Gold dapat tetap hidup dan berada dalam jumlah cukup di saluran cerna untuk mendapatkan manfaat yang menguntungkan bagi kesehatan si kecil.

Silakan mencoba, rasanya bersahabat dengan lidah si kecil kok...