Yuk Kelola Stres untuk
Enyahkan Sakit Maag! |
|
|
| Sekitar 58% individu yang memiliki gangguan sakit maag mengatakan gaya hidup super sibuk merupakan faktor kunci munculnya sakit maag. |
 |
Sementara 52% penderita mengaku stres terkait pekerjaan meningkatkan potensi kambuhnya gangguan nyeri lambung. Meski stres tidak secara langsung terkait dengan sakit maag, namun sudah dikenal luas menjadi pemicu munculnya perilaku yang dapat memicu munculnya gangguan nyeri lambung.
|
|
Selama Anda stres, rutinitas akan terganggu dan biasanya Anda tak menjalani rutinitas normal dalam hal makan, minum, olah raga dan pengobatan. Makanya, penting bagaimana menemukan cara untuk mengelola stres sehingga serangan sakit maag sebagai imbas stres ini tak sering timbul.
Apa saja yang bisa dilakukan? Berikut beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengenyahkan stres: |
z |
Olah raga teratur |
| Olah raga tidak hanya menurunkan stres dan meningkatkan kimia 'rasa gembira' di otak secara alami (endorfin), namun juga membantu kerja saluran cerna |
|
z |
Tidur cukup |
| Tidur cukup relatif pada setiap orang, namun delapan jam adalah waktu tidur berkualitas di malam hari. Tidur cukup penting artinya untuk mengendalikan tekanan |
|
z |
Konsumsi makanan seimbang |
| Dengan mengonsumsi makanan seimbang seperti buah-buahan segar, sayuran dan ikan segar, Anda sudah memberi makan otak dan tubuh dengan nutrisi yang dibutuhkan untuk membantu Anda bekerja di bawah tekanan. Penting diingat untuk menghindari makanan pemicu munculnya serangan sakit maag |
|
z |
Minum banyak air |
| Meski dilaporkan kita tak perlu minum lebih dari 8 gelas air per hari, namun patut diingat bahwa air membantu tubuh berfungsi sebagaimana mestinya dengan 'mencuci' racun keluar. |
|
z |
Batasi konsumsi alkohol, kafein, rokok dan gula |
| Studi menunjukkan bahwa bahan-bahan tersebut menyebabkan respon terhadap stres kian berat. Jangan lupa, alkohol, kafein dan rokok merupakan pemicu munculnya nyeri lambung |
|
z |
Visualisasi |
| Lakukan "mental break" sejenak. Kunjungi tempat yang menurut Anda dapat meredakan suntuk. Atau bayangkan tempat indah dan damai yang menentramkan, mungkin membayangkan bunyi ombak laut, mendaki gunung atau menatap matahari tenggelam. Dengan konsentrasi dan memusatkan pikiran akan membuat kita rileks. |
|
|
| Cobalah! |