Everything you should know
  about heartburn

Faktor Emosi Penyebab Utama
Serangan Maag Saat Puasa

Berpuasa selain menahan lapar dahaga, juga berarti meredam emosi dan nafsu amarah. Selama puasa, ritual makan juga berubah, dari umumnya tiga kali dalam sehari, menjadi dua kali saja. Itu pun dalam jam yang berbeda. Praktis, sepanjang siang, hampir 14 jam kita harus menahan dahaga dan lapar untuk menjalankan ibadah wajib bagi Muslim seluruh dunia.

Untuk yang berbadan sehat nyaris tak ada hambatan berarti untuk menjalankan ibadah puasa, paling hanya niat yang kuat yang dibutuhkan agar tetap bertahan hingga akhir. Tetapi bagaimana dengan mereka yang mendapat gangguan sakit maag? Sepanjang yang kita tahu, bagi penderita maag tidak disarankan untuk makan terlambat.

Benarkah sakit maag menjadi halangan bagi seseorang untuk menjalankan ibadah puasa? Ternyata menurut dr. Shahid Athar, dari Clinical Associate Professor of Internal Medicine and Endocrinology, Indiana University School of Medicine-Indianapolis, berpuasa yang rutindan teratur justru bisa menjadi alternatif bagi mereka yang mengalami gangguan lambung. Nah.

Dalam tulisannya di Moroccotimes, dr. Athar mengatakan gangguan maag tidak berhubungan langsung dengan puasa, karena dapat juga disebabkan faktor emosi dan psikis yang berlebihan. Apakah ini juga berlaku pada Anda?

Menurut dr. Athar, dengan berpuasa seseorang bisa lebih siap secara emosi dan siap mengubah pola makan mereka selama menjalankan ibadah shaum. "Berpuasa yang mengharuskan seseorang menahan lapar dan haus dalam sehari membuat emosi kita lebih stabil, sehingga potensi terserang gejala sakit maag justru menjadi kecil," lanjut dr. Athar.

Tubuh manusia memiliki kemampuan alami yang sifatnya bisa mengatur kapan kita siap menerima makanan atau kapan kita harus menahan diri dari rasa lapar. Misalnya, jika sedang tak berpuasa, kita sudah pasti terbiasa dengan jam pola makan (sarapan, makan siang dan makan malam) dengan pola teratur. Namun, saat berpuasa dan kita siap untuk itu, maka tubuh secara otomatis mampu menerima perubahan tersebut, dan segera mengadaptasi 'kebingungan' ritme tubuh.

Dr Athar juga tak menampik anggapan bahwa maag hanya disebabkan karena kontrol emosi, karena maag juga bisa muncul akibat kebiasaan kita dalam mengonsumsi makanan, misalnya makanan pedas, asam, berlemak tinggi, kopi, soft drink, dan alkohol. Namun dari semua itu, faktor emosi lebih mendominasi.
Apakah Anda setuju hal ini?
  Other Articles
 
Agar Sakit Maag Tak Sering Kambuh
Bebas Gangguan Maag Saat Lebaran
Faktor Emosi Penyebab Utama Serangan Maag Saat Puasa
Permen Karet Solusi Ringankan Sakit Maag?
Kiat Menghindari Serangan Sakit Maag di Malam Hari
Menyiasati Sakit Maag saat Kehamilan
Memilih Makanan Tepat untuk Lambung Sehat
Tips Makan di Resto Minus Sakit Maag
Waspada, Workaholic Berisiko Kena Sakit Maag
Sakit Maag Bisa Disembuhkan, Asal...
Siasat Pintar Atasi Sakit Maag
Diluncurkan Mylanta Rolltabs, Senjata Baru Redakan Sakit Maag
Meredakan Keluhan Heartburn Saat Hamil
Kenali 10 Penyebab Sakit Maag
Kiat Makan Sehat di Hari Raya
 
Other Articles >>
 
 
   
   
Maintained & Developed by HANYAWANITA.COM™
Copyright © 2005-2006  HANYAWANITA.COM™, All rights reserved
Saran, komentar dan pertanyaan mengenai website ditujukan ke inquiries@hanyawanita.com
Powered by ILG Digital Media