Benarkah sakit maag menjadi halangan bagi seseorang untuk menjalankan ibadah puasa? Ternyata menurut dr. Shahid Athar, dari Clinical Associate Professor of Internal Medicine and Endocrinology, Indiana University School of Medicine-Indianapolis, berpuasa yang rutindan teratur justru bisa menjadi alternatif bagi mereka yang mengalami gangguan lambung. Nah.
Dalam tulisannya di Moroccotimes, dr. Athar mengatakan gangguan maag tidak berhubungan langsung dengan puasa, karena dapat juga disebabkan faktor emosi dan psikis yang berlebihan. Apakah ini juga berlaku pada Anda?
Menurut dr. Athar, dengan berpuasa seseorang bisa lebih siap secara emosi dan siap mengubah pola makan mereka selama menjalankan ibadah shaum. "Berpuasa yang mengharuskan seseorang menahan lapar dan haus dalam sehari membuat emosi kita lebih stabil, sehingga potensi terserang gejala sakit maag justru menjadi kecil," lanjut dr. Athar.
Tubuh manusia memiliki kemampuan alami yang sifatnya bisa mengatur kapan kita siap menerima makanan atau kapan kita harus menahan diri dari rasa lapar. Misalnya, jika sedang tak berpuasa, kita sudah pasti terbiasa dengan jam pola makan (sarapan, makan siang dan makan malam) dengan pola teratur. Namun, saat berpuasa dan kita siap untuk itu, maka tubuh secara otomatis mampu menerima perubahan tersebut, dan segera mengadaptasi 'kebingungan' ritme tubuh.
|