Bau mulut selama berpuasa memang terasa agak mengganggu. Tetapi, jika kita tahu cara menyiasatinya, ternyata bisa lho menjalankan puasa tanpa bau mulut. Berikut adalah beberapa tips yang berhasil saya himpun dari pengalaman beberapa rekan dan sahabat. Ayo kita coba dan buktikan!

Antie (23 th, produser acara radio)

"Hindari menyantap hidangan yang beraroma 'aduhai' seperti petai, jengkol, bawang mentah pada saat bersantap sahur."

Vonny (20 th, mahasiswi)

"Tip saya lumayan praktis. Selesai makan sahur saya selalu minum air putih banyak-banyak. Lalu, menggosok gigi dan berkumur dengan larutan khusus untuk menghilangkan bau mulut."

Ghaffar (27 th, fotografer lepas)

"Di lingkungan keluarga Arab ada kebiasan mengunyah sejumput adas manis sehabis makan. Setelah dikunyah dan disisip airnya, ampasnya dibuang. Aroma adas manis yang harumnya mirip aroma obat batuk benar-benar 'pencuci mulut' yang bisa diandalkan saat puasa."

Rommy (28 tahun, pemilik kafe)

"Saya lebih suka sahur dengan menu sayuran tumis atau sayur bening dan ditutup dengan semangkuk buah segar. Alhasil, tanpa upacara khusus, sepanjang hari menjalankan puasa saya tak ada masalah dengan bau mulut"

Kresno (21 th, mahasiswa)

"Di rumah, Ibu selalu menyediakan air rebusan daun sirih yang dipakai untuk berkumur seusai makan sahur. Katanya sih, air rebusan sirih berfungsi sebagai antibakteri penyebab bau mulut. 'Tul nggak?"

 

Copyright © 2000, 2001, 2002 clickwok.com. All right reserved.
Saran, komentar dan pertanyaan mengenai website ditujukan ke info@clickwok.com
Powered by ILG Digital Media