|
|

|
|
|
|
|
Vinegar alias cuka
tersedia dalam berbagai variasi tergantung dari
bahan pembuatnya. Ada yang terbuat dari bahan
anggur, gandum, apel atau beras.
Bumbu masak cair ini digunakan secara meluas
untuk membumbui aneka hidangan, baik di dapur
Barat maupun Asia. Umumnya, cuka dipakai untuk
memberi rasa asam segar pada masakan, saus
salad, tumisan dan sebagainya.
|
|
|
|
|
|
|
|
| Aslinya berasal dari Modena, Itali. Terbuat dari jus anggur yang diperam dalam gentong-gentong kayu oak (tanpa proses fermentasi). Digunakan untuk memperkaya citarasa
saus. |
|
|
| Terbuat dari minuman anggur merah atau putih (red or white wine) yang diperam sehingga aroma dan citarasanya lebih menggigit. Red wine vinegar sangat cocok dipakai untuk membumbui hidangan dari daging dan salad dressing. Sedangkan white wine vinegar, pas dipakai untuk memperkaya citarasa hidangan sayuran, bumbu perendam, atau
saus. |
|
|
| Cara pembuatannya hampir sama dengan wine vinegar, hanya saja cider terbuat dari jus apel. Aromanya lebih lembut dan beraroma 'appley'. Sering dipercikan di atas salad.
|
|
|
|
|
|
|
|
| Cuka jenis ini dijual dalam bentuk cairan pekat, aroma dan rasanya terlalu tajam (bahkan terasa pahit jika terlalu banyak dipakai). Sebelum digunakan, sebaiknya campur dulu cuka dengan air (perbandingan 1 : 4) sehingga menjadi lebih encer. Lalu, gunakan larutan cuka ini sesuai jumlah yang tertera dalam
resep. |
|
|
| Terbuat dari minuman anggur merah atau putih (red or white wine) yang diperam sehingga aroma dan citarasanya lebih menggigit. Red wine vinegar sangat cocok dipakai untuk membumbui hidangan dari daging dan salad dressing. Sedangkan white wine vinegar, pas dipakai untuk memperkaya citarasa hidangan sayuran, bumbu perendam, atau
saus. |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|

|
| |
|