|
|
|
|
Santapan berbahan dasar daging selalu mengundang gairah makan. Bagaimana tidak, selain sangat luwes divariasikan dengan bahan lainnya, hasil sajian dari daging selalu lezat. Tetapi, jika cara mengolah dan penyimpanannya salah, maka daging bukan lagi menjadi makanan yang lezat tetapi malah menjadi bumerang bagi kesehatan kita.
|
| |
|
Berikut panduan buat Anda, apa yang harus diperhatikan pada saat menangani bahan pangan daging:
|
| |
| 1. |
Pastikan Anda membeli daging di tempat yang bersih dan ada jaminan kesehatan pada hewan potongnya. |
|
|
|
| 2. |
Secepatnya bersihkan daging begitu sampai di rumah. Cuci daging dibawah air mengalir agar kotoran larut bersama air. |
|
|
|
| 3. |
Terlebih dulu masukkan daging dalam lemari pendingin, sampai rasa dingin mengalir rata hingga ke bagian dalam daging. Setelah itu baru masukkan daging ke dalam freezer. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi pembusukkan di bagian dalam daging (hanya beku di bagian luar). |
|
|
|
|

|
| |
 |
| 4. |
Periksa selalu temperatur pada lemari pendingin/
freezer. |
|
|
|
| 5. |
Cuci selalu tangan sebelum dan setelah mengolah daging. |
|
|
|
| 6. |
Pastikan juga peralatan masak dan area masak juga bersih. Cara ini untuk menghindarkan daging terkontaminasi bakteri. |
|
|
|
| 7. |
Cairkan daging yang telah beku sebelum dimasak, dan jangan masukkan kembali sisa daging ke dalam
freezer. Cukup simpan daging dalam lemari pendinginnya. |
|
|
|
| |
|
Sebagai panduan lamanya penyimpanan, lihat tabel di bawah ini:
|
| |
| Jenis Daging |
Lemari Pendingin
|
Freezer
|
Daging sapi
Daging Kambing
Daging babi
Daging sapi giling
Jerohan sapi
Sosis
Daging dalam kemasan vakum |
3 hari
3 hari
3 hari
1 hari
1 hari
3 hari
2 minggu
|
9 - 12 bulan
6 - 9 bulan
4 - 6 bulan
3 bulan
3 bulan
3 bulan
3 bulan
|
|
|
|
|
|
|
|

|
| |
|