|
Sayuran memiliki sifat
perishable (mudah busuk / rusak) sehingga memerlukan perlakuan yang ekstra hati-hati. Apalagi rangkaian proses yang dilalui oleh sayuran sangat panjang. Mulai dari pemilihan, pembelian, penyimpanan (jika tidak langsung diolah), pengolahan. Dan sebelum diolah pun sayuran masih akan mengalami proses penyiangan, pencucian, pengirisan, lalu pemasakan. Perlakuan istimewa tersebut dimaksudkan agar nutrisi yang terkandung di dalamnya tidak berkurang dan bisa dipertahankan.
|

|
|
|
Panduan berikut ini sangat menolong Anda dalam memilih sayuran berkualitas
baik: |
|
  |
|
1. |
Pembelian sayuran paling bagus adalah di pagi hari, saat sayuran masih segar dan utuh. |
|
2. |
Pilih sayuran yang berkualitas baik, artinya tidak cacat, warnanya tidak buram, tampak segar dan bersih. Terutama
untuk sayuran yang berdaun, pilih daunnya yang tidak robek dan tulang daunnya terlihat jelas.
Untuk sayuran buah, pilih yang tidak pecah atau memar.
Untuk sayuran polong, pilih yang masih muda tandanya batas antara biji belum jelas dan mudah dipatahkan. Tinggalkan polong yang terdapat lubang-lubang atau berbintik-bintik.
Untuk sayuran umbi, pilih umbinya tidak berlubang, tidak lunak dan tidak
berair. |
|
3. |
Sebaiknya pilih sayuran yang tidak terlalu lembab atau basah, agar kerusakan sayuran dapat
diperlambat. |
|
|
|
|
4. |
Bila tidak perlu, jangan memegang sambil menekan sayuran. Tujuannya agar sayuran tidak memar. Jika tidak terbeli oleh kita, konsumen lain tidak akan
rugi. |
|
5. |
Sebisa mungkin jangan membeli sayuran yang terbungkus dalam kantong plastik yang rapat. Sayuran yang ada dalam kemasan biasanya "berkeringat" sehingga cepat menjadi rusak atau
busuk. |
|
6. |
Belilah sayuran sesuai kebutuhan. Jangan menyimpan sayuran terlalu lama dalam lemari
pendingin. |
|

|
|
|
|
|
|