news
Feb 9th, 2010
Tue, 6:56 am
 
Him & Us

Dewasa ini, cara berkomunikasi didalam sebuah keluarga memang telah mengalami sedikit perbedaan. Kesetaraan pendidikan, membuat cara pandang, yang ... more
Career

Tidak semua orang bisa mendeskripsikan dirinya sendiri. Kalau pun bisa, justru hal itu akan dianggap sebagai bentuk \"promosi\" diri, atau jaman ... more

 
 
 
Mengajari Seks pada Anak
Membahas masalah seks dengan anak bukan perkara mudah, kalau tidak mau dikatakan amat sulit. Keengganan orang tua bisa dimaklumi, karena seks masih dianggap tabu dibahas, walaupun itu ditujukan untuk memberikan pendidikan.

Soal bagaimana memberikan pendidikan seks untuk anak ini mengemuka dan mendapat tanggapan luas dari peserta. Dr. Rose Mini A.P., M.Psi memaparkan pendidikan seks dalam acara Novartis Fun Kids Day 2006, yang diselenggarakan untuk memperingati ulang tahun kesepuluh Novartis di Indonesia, belum lama.

Pendidikan seks didefinisikan sebagai pendidikan mengenai anatomi organ tubuh, reproduksi seksual, sanggama serta aspek lain dari perilaku seksual.
Memberikan pendidikan kepada buah hati, terutama yang masih duduk di Sekolah Dasar (SD) harus dilakukan dengan bahasa konkrit (bukan abstrak) dan operasional.
"Memberikan pendidikan seks pada anak sangat penting, bahkan meski dia tidak bertanya soal itu. Seiring perkembangan zaman, anak bisa mendapatkan informasi seks dari mana saja. jangan sampai dia menerima informasi yang salah, karena konsepnya berbeda," ujar Romi, panggilan akrab Rose Mini.
Anak yang memiliki konsep beda mengenai seks akan terbawa hingga dewasa dan memengaruhi pola pikirnya kelak.
Namun, orang tua punya alasan sendiri kenapa enggan membahas masalah seks dengan anak-anak. "Mereka menganggap seks tabu dibicarakan secara terbuka. Tapi jangan lupa, anak-anak bisa mendapatkan informasi ini dari teman sebaya, yang belum terjamin kebenarannya," imbuh Romi.
Jadi pendidikan seks tetap harus diberikan, sesuai dengan tingkat perkembangan anak, tujuannya tak lain adalah memberikan bekal pengetahuan serta membuka wawasan anak dan remaja seputar masalah seks secara benar dan jelas, lanjut Romi.
Dengan pendidikan seks yang benar berarti menghindarkan anak dan remaja dari berbagai risiko negatif perilaku seksual, seperti kehamilan di luar nikah, pelecehan seksual dan penyakit menular seksual.
Jadi kapan saat tepat mengajarkan seks pada anak? Romi menyatakan makin dini, makin baik. Bahkan pada anak usia 18 bulan sudah boleh diajarkan mengenai seks. "Prinsipnya, mengajarkan seks pada anak harus disesuaikan dengan tingkat usia dan kematangan anak. Jangan menggunakan istilah 'aneh' seperti 'kue moci' untuk menyebut alat kelamin perempuan, atau burung untuk merujuk organ genital laki-laki," tandas Romi. Jadi, gunakan istilah yang sebenarnya, yaitu 'vagina' untuk merujuk kelamin perempuan dan 'penis' untuk laki-laki. "Menggunakan istilah aneh-aneh hanya akan membingungkan si anak," lanjutnya.
Salah satu cara melatih anak mengenai seks adalah mengajarinya membersihkan alat kelaminnya sendiri, sedini mungkin. Survey membuktikan pelecehan seksual terhadap anak-anak di bawah umur kerap dilakukan orang terdekat, seperti paman, pembantu bahkan sopir, yang dipercaya orang tua untuk membantu 'mengurus' si anak. "Ajari anak membersihkan organ genitalnya secara benar setelah buang air kecil/besar, agar dia bisa mandiri dan tak perlu bergantung pada orang lain," ujar Romi.
Sebelum mencapai usia pubertas,
hal-hal yang perlu diketahui anak adalah:
1   Nama dan fungsi organ reproduksi
2   Perubahan yang akan dialami saat memasuki masa puber (ditandai mimpi basah pada laki-laki dan haid pada anak perempuan)
3   Masalah menstruasi (jelaskan sesuai dengan batas kemampuan anak menerimanya)
4   Hubungan seksual dan kehamilan (imbangi pendidikan seks dengan moral dan agama yang kuat)
5   Bagaimana mencegah kehamilan (Berikan gambaran mengenai dampaknya, jangan lupa memasukkan unsur moral dan agama)
6   Masturbasi (hal yang normal, namun berikan batasan-batasan pada si anak)
7   Penyakit yang mungkin ditularkan melalui hubungan seksual
8   Harapan dan nilai-nilai orang tua (mengenai pergaulan, yang boleh dan tidak boleh)
Nah, ayo mulai berikan pendidikan seks di keluarga sejak dini!
 
 
Hmm, Tunggu Dulu! Sebaiknya Kamu...
Menguak Mitos Seks Kaum Adam
Gaya Bercinta ala Vampire
Manfaatkan Sisa Kenikmatan Pasca Bercinta
Bahasa Non Verbal Lebih Berbicara

Search Article    
 
By:
PT. Informasi Lintas Globalindo
Jl. Pengadegan Timur Raya No.24 A, Jakarta Selatan, Jakarta 12770
Indonesia Phone : (6221) 7991056 Fax : (6221) 7991057
E-mail : general@shphanyawanita.com
marketingdept@shphanyawanita.com