|
Dewasa ini, cara berkomunikasi didalam sebuah keluarga memang telah mengalami sedikit perbedaan. Kesetaraan pendidikan, membuat cara pandang, yang ... more
Banyaknya pembangunan apartemen di sejumlah kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, membuat banyak orang berbondong-bondong untuk membeli atau ... more
|
|
|
|
|
| |
| Puasa Bagi Ibu Hamil? Aman kok... |
| Bulan suci Ramadhan tiba. Segenap umat Islam di seluruh dunia bersuka cita menyambut datangnya bulan suci yang penuh berkah ini. Namun ada sedikit ganjalan bagi Anda yang sedang hamil...ikut puasa tidak ya? |

|
Rasanya kok tidak afdhol jika tidak menjalankan ibadah puasa, sementara sebagian besar yang lain berlomba-lomba meningkatkan amalan ibadahnya. Puasa bagi ibu hamil boleh kok, bahkan dianjurkan, khususnya bagi ibu hamil yang sehat. |
Dr. Frizar Irmansyah SpOG (K), spesialis kebidanan dan kandungan yang berpraktik di Rumah Sakit Pusat Pertamina dan RSIA Hermina menyatakan puasa bagi ibu hamil yang sehat malah dianjurkan. Tujuannya untuk melatih janin dalam kandungan untuk ikut beribadah. "Tapi pastikan ibu cukup sahur dan berbuka dengan makanan yang bergizi untuk makan berdua," ujar dr. Frizar. |
|
| Jadi sepanjang Anda merasa fisik cukup prima untuk berpuasa, just do it. Ada beberapa kiat agar stamina tetap prima saat berpuasa bagi ibu hamil, antara lain: |
| 1. Pastikan ibu sehat, artinya tidak terdapat penyakit atau ganggguan kehamilan yang membahayakan janin dan ibu hamil. Selain itu, usia kehamilan telah melewati masa krisis pertama, atau setelah berusia di atas 3 bulan. |
|
| 2. Saat sahur, konsumsi nasi (karbohidrat) yang cukup, lauk-pauk sesuai selera dengan proporsi protein dan serat yang seimbang, vitamin C, kalsium, zat besi, B-12, dan cukup minum. Upayakan makanan yang kaya vitamin C dan mineral seng (zinc) untuk menjaga vitalitas tubuh. Pengaturan pola makan ini penting, karena proporsi gizi yang tidak seimbang saat sahur mudah mendatangkan rasa kantuk berlebihan di siang hari, juga bisa memicu timbulnya rasa pusing. |
|
| 3. Siang hari simpan energi, bukan berarti bermalas-masalan, apalagi jika Anda ibu bekerja. Lakukan olah raga ringan misalnya jalan-jalan saat istirahat kantor, peregangan atau bahkan senam hamil, atau peregangan. Lakukanlah 10-30 menit untuk jalan, 30-45 menit bagi senam hamil, dengan frekuensi 3-4 kali seminggu jika jam istirahat kantor tak memungkinkan, lakukan sore hari sepulang kantor). Kurangi kegiatan olah raga secara bertahap sesuai usia kehamilan, sampai minimal sekali seminggu. Ingin olah raga yang menyenangkan? Cobalah jalan ke pusat perbelanjaan sembari mencari bingkisan Lebaran untuk keluarga dan kerabat. Olah raga bersifat rekreasi seperti ini dapat merangsang produksi hormon anti-insulin, yang berfungsi melepas gula dan simpanan energi, sehingga kadar gula darah tidak menurun. Ini membuat ibu hamil tetap segar sepanjang hari. |
|
| 4. Saat bedug maghrib tanda berbuka berbunyi, segera santap makanan pembuka yang manis-manis. Setelah itu lanjutkan dengan makan besar yang kaya gizi (makan besar dapat dilakukan setelah shalat tarawih) |
|
| 5. Konsumsi makanan dalam kondisi hangat, karena perut yang kosong dan sedang hamil biasanya lebih peka saat menerima makanan dingin |
|
|
| Nah, menjadi lebih yakin untuk ikut berpuasa kan? |
|
 |
|
| |
|
| |
|
|
|