|
Banyak hal yang melatarbelakangi hubungan sepasang kekasih atau suami-istri menjadi sedikit renggang atau terasa hambar. Lebih tepatnya, gelora cinta ... more
Emas memang selalu identik dengan perhiasan, mulai dari kalung, anting, cincin, gelang dan bros. Namun, emas ternyata juga cukup banyak dilirik orang ... more
|
|
|
|
|
| |
|
Pacu Semangat Anak Dalam Meraih Cita-Cita
|
Tidak ada yang salah atau aneh apabila seorang anak - siapa pun dia - memiliki angan-angan setingi-tingginya untuk meraih apa pun yang di dambakannya. Tanpa memandang latar belakang status atau pun pendidikan, setiap anak memiliki hak yang sama atas mimpi dan harapan mereka.
Dengan mimpi dan harapan yang dimiliki, maka anak-anak memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi dirinya. Dan hal itu bisa menjadi pendorong bagi anak-anak dalam berkegiatan sehari-hari, yang bisa mengkristal menjadi sebuah cita-cita luhur yang bisa membawa kesuksesan baginya.
Di luar dari segala keterbatasan dan tantangan yang menghadang di depan mata, semua anak memiliki kesempatan untuk menjadi yang terbaik. Seperti kata pepatah ‘Di mana ada keinginan, maka akan terbuka jalan untuk meraihnya’,
Lalu langkah kongkret seperti apa yang harus ditempuh oleh para generasi bangsa agar bisa berhasil dalam mewujudkan impiannya? Dan apa sajakah peran-peran orang-orang disekitarnya dalam memberikan semangat pada anak-anak? |
|
> |
Beri kesempatan |
Seperti pernah dibahas dalam artikel sebelumnya di channel Parenting hanyawanita.com, yang berjudul “Anakku Mewarisi Bakatku”, tidak dipungkiri jika anak-anak akan mewarisi bakat yang dimiliki oleh orangtua mereka.
Sadar atau tidak, Anda akan menemukan kemiripan dengan buah hati Anda, entah itu dari segi kesamaan hobi atau minat dan juga cita-cita. Meskipun tak jarang si kecil akan menyukai hal-hal yang sebenarnya tidak sesuai dengan jenis kelaminnya, seperti anak laki-laki suka main masak-masakkan dan anak perempuan suka bermain sepak bola.
Hal itu sah-sah saja. Jangan terburu untuk mengekang apalagi memarahinya atas minat anak yang dirasa tidak sesuai dengan gender-nya. Sejauh tidak menyimpang dan membawa pengaruh buruk untuk anak dan lingkungannya, maka tidak ada salahnya untuk mendorong bakatnya.
Seperti halnya Tri Puji Ayu (10), seorang anak perempuan yang gemar berolahraga. Pilihannya juga tidak lazim seperti anak perempuan pada umumnya. Ia menyukai sepak bola dan bulutangkis. Minat Ayu – begitu ia akrab disapa – sedikit banyaknya terinspirasi oleh orangtuanya, dimana sang ayah adalah seorang penggemar bulutangkis, sementara ibunya merupakan mantan pemain sepakbola wanita.
Bagi orangtuanya, meskipun kegemaran anaknya dan juga dua saudara kandung Ayu - yang juga gemar berolahraga – itu tidak seperti kegemaran anak perempuan lainnya diusianya, seperti main boneka, namun orangtua Ayu tetap memberikan semangat dan akses agar putrinya tersebut bisa mengembangkan potensi dirinya, dan diharapkan bisa menjadi anak yang sukses di kemudian hari. | |
|
> |
Berikan akses |
Jika Anda menemukan bakat si kecil, sebaiknya kembangkanlah bakatnya. Dengan begitu, si kecil akan merasa diberi kesempatan oleh orangtuanya untuk mengenal, melatih dan mengasah kemampuannya hingga menjadi sesuatu yang bisa menjadi kelebihan anak.
Caranya bisa bervariasi, yaitu dengan memberikan fasilitas untuk mendukung bakatnya, memberikan les atau kursus sesuai dengan minatnya agar anak bisa mendapatkan pendidikan dan pengarahan secara profesional, dan masih banyak cara lain yang bisa ditempuh oleh orangtua.
Sebagai orangtua, Anda pun juga perlu ikut mengetahui - baik sekedarnya ataupun secara lebih mendalam - minat seperi apa yang menjadi kegemaran anak. Caranya bisa denga mencari informasi-informasi melalui internet, buku-buku referensi, bertanya kepada ibu yang memiliki anak dengan bakat yang sama, atau berkonsultasi dengan guru di tempat lesnya, atau bahkan kepada ahlinya.
Hal itu bertujuan agar Anda juga bisa menjadi tempat bertanya yang tepat dan akurat, saat si kecil tengah kesulitan atau membutuhkan masukan-masukan pada saat mengulang kembali pelajaran yang diberikan di tempat kursus. | |
|
> |
Tanamkan tekad sekuat baja |
Melihat keberhasilan para artis, atlet dan profesional, di elu-elukan di layar kaca, tentu memberikan sensasi tersendiri pada saat ditonton oleh jutaan masyarakat, terutama anak. Akan tetapi, apakah semudah itu untuk mencapai keberhasilan? Tentu tidak!
Ada banyak perjuangan, pengorbanan, bahkan air mata, dibalik kesuksesan orang-orang yang saat ini tengah menikmati keberhasilannya. Serangkaian usaha tentu harus ikut menyertainya, seperti tekad bulat, semangat pantang menyerah, mental sekuat baja, kesabaran serta ketabahan adalah hal-hal lain yang ikut mendukung kesuksesan.
Dukungan penuh dari orangtua dan keluarga, serta orang-orang disekitar, juga memiliki andil yang besar dalam menyokong semangat anak, supaya bisa terus berprestasi dan berusaha menjadi pribadi yang pantang menyerah. | |
|
> |
Pompa semangatnya |
Rasa jenuh tidak hanya bisa dirasakan oleh orang dewasa, anak-anak pun juga bisa merasakannya. Maka tak heran, jika anak mulai mengeluh bosan dengan rutinitasnya, tak jarang akan membuat orangtuanya jengkel dan binggung dengan sikapnya yang seketika acuh tak acuh.
Untuk itu, jangan lepaskan pengawasan Anda terhadap si kecil, namun jangan pula terlalu memaksakan segala sesuatunya. Karena pada dasarnya, yang namanya anak-anak, tentu masih belum bisa berkomitmen. Kalau pun bisa, barangkali hanya segelintir anak – dengan usia yang dianggap cukup - yang bisa memegang teguh keputusannya untuk mendalami minatnya demi mengejar cita-citanya.
Saat Anda merasa bahwa semangat si kecil untuk meraih cita-citanya mulai menurun, bantu anak untuk memompa kembali semangatnya. Berikanlah pengertian dan masukkan yang bisa memercikkan kembali semangatnya untuk kembali bangkit menyongsong hari depannya.
Tentu tidak dalam bentuk paksaan atau ancaman, karena itu tidak baik untuk perkembangan mentalnya. Anak yang dipaksa akan membuat opininya sendiri yang salah mengenai maksud yang menurut orangtua mereka baik untuknya, namun tidak untuk mereka.
Gunakanlah kalimat yang halus, tetapi juga tidak meninggalkan kalimat penyemangat yang membangun, agar anak tidak menjadi pribadi yang manja dan mudah menyerah pada situasi yang sewaktu-waktu bisa membuatnya down. | |
|
> |
Sekolah tetap No. 1 |
Walaupun Anda memberikan kesempatan yang seluas-luasnya terhadap buah hati Anda untuk mengembangkan bakat dan minatnya, tapi jangan abaikan sekolahnya. Sekolah tetap no. 1. Betapapun sibuknya anak dengan kegiatannya di luar sekolah, jangan sampai prestasi akademisnya menurun, lantaran hanya fokus pada pengembangan hobinya semata.
Layaknya reminder di telepon genggam, orangtua harus bisa memposisikan diri, tidak hanya sebagai orangtua, namun juga sebagai manager yang mampu mengatur jadwal harian anak-anaknya, mulai dari anak bangun tidur, hingga kembali beranjak ke tempat tidurnya di malam hari, dengan berbagai aktivitas baik di rumah, sekolah, di lingkungan dan di tempat kursusnya.
Dengan begitu, anak-anak bisa belajar disiplin dan mendisiplinkan dirinya, dan bisa menyeimbangkan antara sekolah dan hobinya. Seperti Yuanda Hemi, gadis 12 tahun ini selain berjaya di bidang olahraga bulutangkis yang menjadi hobinya, juga secara konsisten mempertahankan prestasinya akademisnya di sekolah.
Sadar dengan pilihan untuk menekuni hobinya itu, Yuanda – yang sejak kelas 1 hingga kelas 6 Sekolah Dasar (SD) selalu menduduki peringkat 1 dan pernah menjadi juara Matematika tahun 2006 - pun lantas memiliki kesadaran untuk menunjukkan kepada orangtuanya bahwa ia bisa adil dalam sekolah dan hobinya.
Hal itu dikarenakan, ia merasa memiliki tanggung jawab untuk memelihara kepercayaan yang telah diberikan oleh orangtuanya dengan kebebasan untuk mengasah bakatnya di bidang olahraga, yang dalam hal ini adalah olahraga bulutangkis.
Maka dari itu, dengan didikan dan pengertian yang selalu ditanamkan oleh orangtuanya sejak kecil, untuk bisa berlaku adil dan konsisten dengan sekolah dan hobinya, maka kini Yuanda boleh berbangga dengan prestasinya di sekolah dan juga di bidang bulutangkis yang telah berhasil membawanya sebagai atlet bulutangkis, dimana ia telah tergabung dengan Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI), dan telah berhasil menyabet sejumlah predikat, baik sebagai pemain tunggal maupun pemain ganda dalam sejumlah kejuaran bulutangkis. (Dee) | |
|
| |
|
| |
|
|
|