DENPASAR - Terkait dengan pelaksanaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1932 yang jatuh pada tanggal 16 Maret 2010 mendatang, Gubernur Bali Made Mangku Pastika telah mengirimkan surat kepada empat menteri perihal penutupan Bandara Ngurah Rai dan empat pelabuhan laut selama pelaksanaan Nyepi berlangsung.
"Surat tertanggal 29 Desember 2009 itu dikirim kepada Menteri Perhubungan, Menteri Luar Negeri, Menteri Dalam Negeri dan Menkominfo," kata I Made Santha, selaku Kepala Dinas Perhubungan dan Infokom Provinsi Bali, seperti yang dikutip dari Antara.
Menurut Made, tembusan surat tersebut juga disampaikan kepada seluruh instansi pemerintah dan swasta di Pulau Dewata, supaya ikut mendukung dan menyukseskan "Tapa Brata Penyepian" yang berlangsung selama 24 jam, mulai pukul 06.00 WITA pada 16 Maret 2010, sampai 06.00 WITA keesokan harinya.
Selain itu, surat edaran Gubernur Bali nomor 003.2/22488/DPIK oleh pihak Bandara Ngurah Rai sejak awal juga telah disebarluaskan kepada seluruh penerbangan asing dan juga penerbangan domestik.
Made juga menyampaikan harapannya kepada biro perjalanan wisata agar dalam memasarkan paket wisata ke mancanegara dapat menyebarluaskan tentang pentingnya Hari Suci Nyepi bagi umat Hindu.
Saat perayaan Nyepi berlangsung, umat Hindu akan berdiam diri didalam rumah untuk melaksanakan "Tapa Brata Penyepian" yang meliputi Amati Geni (tidak menyalakan api), Amati Karya "Tidak bekerja" Amati Lelungan (tidak bepergian) dan Amati Lelanguan (tidak bersenang-senang). (Dee)