JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Barack Obama kembali menunda lawatannya ke Indonesia dan Australia, dari yang semula dijadwalkan 21-26 Maret, menjadi bulan Juni mendatang, terkait reformasi sistem pelayanan kesehatan yang diajukan oleh Presiden Obama belum diloloskan oleh Parlemen.
Juru bicara Kepresidenan Bidang Luar Negeri Dino Patti Djalal pun membenarkan penundaan tersebut. Kabar penundaan itu diterima langsung dari pihak Gedung Putih yang menghubunginya secara langsung.
"Komunikasinya tidak langsung dari Presiden Obama ke Presiden Yudhoyono. Tapi dari pihak Gedung Putih langsung ke saya," katanya, seperti yang dikutip dari Antara.
Sementara itu, Juru Bicara Gedung Putih, Robert Gibbs, menyampaikan penyesalan atas penundaan kunjungan kenegaraan Presiden Obama ke Indonesia dan Australia yang lagi-lagi harus ditunda.
"Presiden (Obama) sangat menyesali penundaan ini," kata Robert Gibbs.
Gibbs menyatakan , Obama telah memberitahukan penundaan itu kepada Presiden Yudhoyono dan PM Australia Kevin Rudd , karena saat ini ia harus berada di Washington dan memfokuskan perhatian pada momen yang paling menentukan dalam legilatif RUU perlindungan kesehatan di AS.
Sementara itu, terkait dengan terungkapnya aksi terorisme di Aceh dan di Pamulang belum lama ini, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto menyatakan bahwa penundaan kunjungan Presiden Obama ke Indonesia bukan karena isu teroris dan keamanan Indonesia.
"Bukan karena terorisme dan situasi keamanan kita, tetapi karena masalah internal pemerintahan AS," katanya.
Rencana kedatangan Obama ke Indonesia bukan kali ini saja mengalami penundaan. Sebelumnya Obama pernah berencana datang ke Indonesia pada bulan Nopember 2009 dan ternyata batal. Dan tanggal 22-24 Maret 2010 pun kembali direncanakan sebagai momen yang tepat untuk lawatannya ke negara (Indonesia) dimana ia pernah tinggal cukup lama.
Namun karena suatu masalah internal AS, pihak pemerintah AS pun akhirnya menunda kunjungan kenegaraan Obama ke Indonesia dan Australia, dan diundur menjadi bulan Juni 2010 mendatang.
Dalam kunjungannya ke Indonesia nanti, Obama dijadwalkan akan menandatangangi kesepakatan kemitraan komprehensif dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk memperkuat hubungan bilateral AS-Indonesia. (Dee)